Tahanan Wanita Tewas Gantung Diri di Polres Trenggalek
Juli 13, 2008
TRENGGALEK – Beberapa penghuni tahanan Polres Trenggalek kemarin geger.
setelah seorang tahanan wanita ditemukan tewas gantung diri di ruang tahanan khusus. Saat pertama kali ditemukan, korban diketahui masih bernyawa. Wanita ini sempat dibawa kerumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia karena kehabisan nafas. Peristiwa yang untuk pertama kali terjadi di dalam sel tahanan Polres Trenggalek tersebut diketahui sekitar pukul 08.00. Wib
Dari keterangan polisi yang menangani kasus wanita tersebut, sesuai identitasnya, tahanan tersebut bernama Sutamah, 45 tahun, diketahui warga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Korban ditahan dua hari lalu karena diduga telah memberikan laporan palsu terkait peristiwa pencurian sepeda motor di Terminal bus Desa Surondakan Trenggalek. Saat itu, korban melapor bahwa motor Suzuki Smash nopol AG 5534 Y yang disewanya dari seorang tukang ojek hilang. Alasan dari korban, kebetulan kunci motor tidak dicabut dan ditinggal mencari keponakannya yang baru turun dari bus angkutan antar provinsi.
Namun, diduga terdapat kejanggalan, polisi tidak percaya begitu saja. Setelah diselidiki, motor tersebut disinyalir kuat dibawa kabur salah satu anaknya, yang berinisial Sg, ke Surabaya, yang saat ini masih buron. Dia ditangkap polisi di rumahnya dua hari lalu sekitar pukul 16.00. Saat ditangkap, korban tidak melakukan perlawanan.
Sementara itu, dari olah tempat kejadian perkara(TKP) yang dilakukan petugas, disimpulkan korban mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kain rok yang diikatkan pada sela-sela terali besi ruang tahananya. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan dalam sebuah peristiwa yang sempat menggegerkan hampir seluruh petugas kepolisian yang pagi hari itu kebetulan sedang berjaga. pertama kali ditemukan, darah segar keluar dari kedua lubang hidungnya.
Pada awalnya, pagi itu petugas penjaga sel tahanan sedang serah terima tugas kepada regu lain (rollig shift). Saat pergantian petugas itulah, korban diduga melakukan aksi nekatnya. Sebab, sebelum petugas lama lepas dinas, seluruh ruang sel tahanan sempat diperiksa. Dan waktu itu, tidak ada tanda mencurigakan yang dilakukan korban. Setelah dipastikan aman, barulah petugas tersebut menyerahkan tugas kepada regu lain.
Serah terima tugas itu tidak lebih dari lima menit. Regu baru yang mendapat serah terima tugas kembali melakukan pemeriksaan ke dalam sel tahanan. Saat itulah, salah satu petugas mengetahui korban gantung diri. Dengan cekatan, petugas tersebut langsung mengangkat tubuh korban dan berteriak minta pertolongan. Beberapa petugas lain langsung membuka ruang tahanan untuk menyelamatkan korban.
Seketika itu, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, setelah dirawat beberapa saat lamanya, nyawa korban tetap tak terselamatkan. Guna keperluan penyelidikan, mayat korban diotospi. Selanjutnya diserahkan kepada keluarganya di Pare, Kediri, untuk dimakamkan. (kwri er)
usut tuntasssssssssssssssssssss kematian mustamah ……