TRENGGALEK – Beberapa penghuni tahanan Polres Trenggalek kemarin geger.

setelah seorang tahanan wanita ditemukan tewas gantung diri di ruang tahanan khusus. Saat pertama kali ditemukan, korban diketahui masih bernyawa. Wanita ini sempat dibawa kerumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia karena kehabisan nafas. Peristiwa yang untuk pertama kali terjadi di dalam sel tahanan Polres Trenggalek tersebut diketahui sekitar pukul 08.00. Wib

Dari keterangan polisi yang menangani kasus wanita tersebut, sesuai identitasnya, tahanan tersebut bernama Sutamah, 45 tahun, diketahui warga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Korban ditahan dua hari lalu karena diduga telah memberikan laporan palsu terkait peristiwa pencurian sepeda motor di Terminal bus Desa Surondakan Trenggalek. Saat itu, korban melapor bahwa motor Suzuki Smash nopol AG 5534 Y yang disewanya dari seorang tukang ojek hilang. Alasan dari korban, kebetulan kunci motor tidak dicabut dan ditinggal mencari keponakannya yang baru turun dari bus angkutan antar provinsi.

Namun, diduga terdapat kejanggalan, polisi tidak percaya begitu saja. Setelah diselidiki, motor tersebut disinyalir kuat dibawa kabur salah satu anaknya, yang berinisial Sg, ke Surabaya, yang saat ini masih buron. Dia ditangkap polisi di rumahnya dua hari lalu sekitar pukul 16.00. Saat ditangkap, korban tidak melakukan perlawanan.

Sementara itu, dari olah tempat kejadian perkara(TKP) yang dilakukan petugas, disimpulkan korban mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kain rok yang diikatkan pada sela-sela terali besi ruang tahananya. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan dalam sebuah peristiwa yang sempat menggegerkan hampir seluruh petugas kepolisian yang pagi hari itu kebetulan sedang berjaga. pertama kali ditemukan, darah segar keluar dari kedua lubang hidungnya.

Pada awalnya, pagi itu petugas penjaga sel tahanan sedang serah terima tugas kepada regu lain (rollig shift). Saat pergantian petugas itulah, korban diduga melakukan aksi nekatnya. Sebab, sebelum petugas lama lepas dinas, seluruh ruang sel tahanan sempat diperiksa. Dan waktu itu, tidak ada tanda mencurigakan yang dilakukan korban. Setelah dipastikan aman, barulah petugas tersebut menyerahkan tugas kepada regu lain.

Serah terima tugas itu tidak lebih dari lima menit. Regu baru yang mendapat serah terima tugas kembali melakukan pemeriksaan ke dalam sel tahanan. Saat itulah, salah satu petugas mengetahui korban gantung diri. Dengan cekatan, petugas tersebut langsung mengangkat tubuh korban dan berteriak minta pertolongan. Beberapa petugas lain langsung membuka ruang tahanan untuk menyelamatkan korban.

Seketika itu, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, setelah dirawat beberapa saat lamanya, nyawa korban tetap tak terselamatkan. Guna keperluan penyelidikan, mayat korban diotospi. Selanjutnya diserahkan kepada keluarganya di Pare, Kediri, untuk dimakamkan. (kwri er)

Pangkalan Kehabisan Elpiji Ukuran 12 Kg

TRENGGALEK- Kenaikan harga gas elpiji sebesar 17,5 persen Mengakibatkan melambungnya harga di beberapa tempat penjualan. Di Kabupaten Trenggalek, Banyak pangkalan gas elpiji kehabisan stok. Seperti yang terjadi di SPBU Soekarno-Hatta Trenggalek. Stok gas elpiji sudah habis sejak Kamis, (3/7) lalu.

Menurut petugas SPBU Soekarno-Hatta Bambang, sebanyak dua ratus tabung gas elipiji ukuran 12 kilogram dagangannya amblas diserbu pembeli. Akibatnya, saat ini stok elpiji untuk sementara kosong. “Sudah ndak ada stok. Kosong sejak Kamis lalu. Ndak tahu kenapa. Mungkin akibat kenaikan harga,” ujarnya.

Selain kehabisan stok, Bambang mengaku juga menaikkan harga jual gas elpiji. Harganya disesuaikan dengan keputusan kenaikan yang ditetapkan pemerintah ditambah keuntungan serta ongkos kirim kepada pelanggan.

Jika sebelum ada kenaikan, pihaknya menjual gas elpiji berat 12 kilogram Rp 60 ribu. Seiring kenaikan harga, untuk setiap tabung gas elpiji dijual seharga Rp 72,5 ribu. “Untungnya ndak sampai tiga ribu rupiah. Kalau dikirim ke rumah rumah, ya biaya tambah ongkos kirim,” aku Bambang.

Kondisi serupa juga terjadi hampir di seluruh tempat penjualan gas elpiji di Trenggalek. Sejak beberapa hari ini, stok gas elpiji mereka juga telat. Namun, ada jaminan bahwa stok gas elpiji akan segera dikirim dalam waktu dekat ini.

Tidak adanya stok gas elpiji diakui Sudarno, warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh. Dia mengaku, beberapa tempat yang selama ini menjual gas elpiji sudah kehabisan stok. Terpaksa, dia harus mengantrikan gas epliji dengan harga per tabung ukuran Rp 12 kilogram sebesar Rp 72 ribu. Walaupun seperti itu, Sudarno tidak risau. Pasalnya, ada jaminan dari tempat penjualan gas elpiji, bahwa dalam waktu dekat pasokan dipastikan sudah tiba. “Bagi saya, yang penting barangnya ada. Ndak masalah soal harga,” tukasnya santai. (Kwri Edr)

Pasuruan – Sekitar 1.000 sopir MPU di Kota Pasuruan melakukan aksi tutup jalan di depan Kantor Walikota Pasuruan, Aminurrohman, Jalan Pahlawan, Pasuruan, Senin (7/7/2008).

Aksi para sopir ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Mereka menutup jalan dengan kendaraan MPU-nya masing-masing. Para sopir ini menuntut agar bisa melintas di wilayah Kota Pasuruan. Pasalnya, sejak ada peraturan daerah (Perda) tentang larangan MPU masuk ke Kota Pasuruan satu bulan lalu, pemasukan menurun.

“Alasannya karena menjaga keindahan dan ketertiban kota. Selama ini sopir MPU tidak pernah mengganggu lalu lintas dan dengan tidak diperbolehkan masuk ke kota, otomatis penumpang akan dikenakan biaya� MPU sebanyak 2 kali lipat,” kata salah satu sopir MPU jurusan Malang-Pasuruan, Supono (40) kepada detiksurabaya.com saat di lokasi.

Supono mengaku aksi ini keempat kalinya dilakukan. Namun kali ini massa yang datang lebih besar. Beda dari aksi-aksi sebelumnya.

Sebelum memblokir jalan, para sopir mendatangi kantor DPRD Kota Pasuruan di Jalan Balai Kota. Namun karena tidak ditanggapi, mereka pun menuju ke kantor Walikota yang jaraknya 100 meter.

Sayang, mereka pun tidak bsia bertemu dengan Walikota Pasuruan karena tidak ada di lokasi. Para sopir juga mengancam bila tuntutan mereka tak dipenuhi akan memblokir jalan provinsi di Jalan Ir H Juanda, Pasuruan.

Para sopir juga meneriakkan yel-yel agar peraturan lama dikembalikan lagi. Aksi para sopir ini mendapat pengawalan ketat dari Polres Pasuruan. Arus lalu lintas yang menuju ke Kantor Walikota dialihkan melalui Jalan Diponegoro atau Jalan Sunan Ampel.(fat/fat)

Monday, 28 January 2008
Jakarta,(APIndonesia.Com).Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) melantik kepengurusan baru masa jabatan
2008-2012 di Jakarta Media Center (JMC) Senin (28/1). Reshuffle kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat KWRI ini di
anggap sangat penting mengingat pada periode sebelumnya ada oknum pengurus yang mencatut nama KWRI untuk
semata-mata kepentingan pribadi.
Ketua Umum KWRI Heru Ansori merasa prihatin dengan adanya oknum pengurus KWRI yang mengangkat sendiri
namanya menjadi ketua, dia sampai membuat kop surat dan stempel DPP KWRI sendiri dengan tujuan untuk mengambil
keuntungan pribadi dan otomatis mencemarkan nama baik organisasi yang sekarang sudah berdiri cabang-cabang
kepengurusanya di 25 provinsi. “KWRI cuma satu yang berkantor pusat di Gedung Dewan Pers Lt.3, tidak ada
KWRI-2 atau yang lainya, silahkan saja membuat KWRI yang lainya asalkan itu di akui syah oleh pemerintah dan
diterima oleh masyarakat,” ungkap Heru. Kepengurusan KWRI periode 2008-2012 juga di isi oleh dewan
pertimbangan yang berasal dari pengusaha etnis Tionghoa, “mereka inilah yang selama ini menutupi semua
kekurangan KWRI, dan sudah saatnya kita tidak lagi membeda-bedakan orang dari etnis dan suku, kita semua sama
dan dilahirkan dan dibesarkan di tanah air yang satu yaitu Indonesia,” ujar Heru. Sementara itu menanggapi isu
hangat mengenai kasus yang masih menjerat mantan Presiden Soeharto, Heru mengatakan hendaknya pemerintah bisa
secepatnya mengusut kasus perdata tersebut, bukan hanya fokus pada mantan Presiden Soeharto tapi juga kronikroninya
yang sampai sekarang diakui atau tidak masih ada ditubuh pemerintahan kita. ”Kalau memang mau di
usut, pemerintahan hendaknya jangan menunda-nunda apalagi pilih-pilih, jangan sampai menimbulkan opini yang tidak
menguntungkan ini bisa berdampak memecah belah persatuan bangsa,” ujar Heru.(Ano).
:: Situs Berita Indonesia ::
http://apindonesia.com/new Menggunakan Joomla! Generated: 9 May, 2008, 11:46

Trenggalek seleksi penyaringan calon Perangkat Desa Masaran Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek berbuntut panjang 14 calon menolak hasil seleksi. Dipacu dari kejanggalan nilai hasil ujian dan kerahasiaan soal. Rentang nilai hasil ujian mata pelajaran apapun tidak akan terlalu banyak selisihnya . Perbandingan hasil ujian peserta test calon Perangkat Desa Masaran, sesuai dengan berita acara panitia nilai test tulis YUYUN RAHMAWATI (lulusan SMA) 146 poin, sedangkan peringkat II WIWIN ZULAIKAH (UNBRA) 91 poin, yang menjadi pertanyaan, ”apakah pihak-pihak yang menang tiba-tiba menjadi manusia super yang sangat pandai sementara track record disekolah biasa-biasa saja”, ujar Wiwin kerahasiaan soal mulai proses pembuatan naskah sampai dengan pendistribusian naskah ke tangan peserta tingkat kebocoranya tinggi sekali, tidak ada itikat untuk mengantisipasi kecurigaan – kecurigaan kerahasiaa soal dengan cara menggunakan jasa lembaga pendidikan bonafit dan kredibel”, ujar peserta dogkol.

Kepala Desa Masaran Didik Budi Wibowo ketika di konfirmasi dalam PERDA maupun PERBUB tidak ada yang mengatakan masalah soal itu untuk dirahasiakan sedangkan rentang nilai nasib baik saja, karena pilihan ganda. sikap dan pernyataan Kepala Desa membuat bumerang ada indikasi soal bocor semakin kuat. KWRI (Komite wartawan reformasi Indonesia) DPC Trenggalek dengan desakan berbagai pihak akirnya mengeluarkan surat somasi tertanggal 29 mei 2008 yang isinya, tata cara perekrutan panitia seleksi calon perangkat Desa, pembuatan soal test, kemungkinan bocor dan tidaknya serta landasan hukumnya yang ditujukan kepada Camat dan Kades sampai sekarang tidak ada jawaban, menimbulkan pertanyaan ada apa sebenarnya?. Adakah permainan antara Kepala Desa dan Camat? Menurut sumber yang dapat dipercaya bocornya soal di malam menjelang seleksi dengan diantar orang perempuan istri dari pegawai Kecamatan ke salah satu peserta habis sholat maghrib dengan mengatakan “ora usah metu nyandi-nyandi iki lo soale lan kuwi kuncine sinaon ono”. Sugito tokoh masyarakat mendesak kepada instansi terkait untuk mengusut tuntas. Dengan bocornya soal dan diberi sangsi seberat-beratnya, peristiwa ini membut masyarakat resah. Selama ini masyarakat jangan dibodohi, sekarang ini sudah waktunya kita berani. Negara kita Negara hukum seperti penggelapan buku dan uang PKK, masyarakat jangan diam. Kalau kita merasa di rugikan laporkan pada polisi, “ujarnya kesal. Camat Munjungan Drs. TOTOK RUDJIANTO, MM ketika di konfirmasi masalah ini tidak ada di tempat , dihubungi lewat ponsel tidak di jawab (KWRI).

Hello world!

Juli 1, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!